Bagaimanakah Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Masa Pandemik COVID-19?

Press Release: Webinar “Strategy to Fulfill Food Supply in New Normal Conditions”
June 27, 2020
Show all

Bagaimanakah Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Masa Pandemik COVID-19?

Pandemik COVID-19 yang telah melanda berbagai negara termasuk Indonesia. Pemerintah mengharuskan masyarakat melakukan physical distancing agar penyebaran virus ini dapat dikurangi. Hal ini berdampak terhadap berbagai sektor di Indonesia, salah satunya adalah sektor pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan infografis dari katadata.co.id ada beberapa bahan pangan di sejumlah daerah yang mengalami defisit. Hal ini disebabkan oleh terhambatnya pasokan impor lantaran kebijakan pembatasan sosial di sejumlah wilayah. Menanggapi permasalahan tersebut, pemerintah melakukan beberapa strategi mitigasi salah satunya optimalisasi pekarangan dan lahan rumah tangga. Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mendorong upaya pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga. Hal ini dilakukan di tengah COVID-19 yang dikhawatirkan dapat menimbulkan ancaman krisis pangan.

Di masa pandemik COVID-19, kebijakan yang diterapkan membuat masyarakat harus melakukan aktivitasnya di dalam rumah selama beberapa waktu. Hal ini tentu membuat masyarakat merasa bosan.

Lalu, bagaimanakah cara untuk bisa menghadapi kedua permasalahan tersebut?

Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan berkebun atau juga bisa dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di rumah. Berkebun merupakan kegiatan memanfaatkan sebidang tanah atau lahan sebagai tempat menanam tumbuhan.  Berkebun di pekarangan memiliki banyak manfaat, apa sajakah itu?

  1. Gerak badan : mulai pangkas tanaman, mencangkul, menanam, memupuk, menyiram, dan memanen;
  2. Bermandi sinar matahari : kegiatan outdoor secara produktif, badan menjadi berkeringat, dan mendapat manfaat kesehatan lainnya;
  3. Tambahan ketersediaan pangan: hasil panen sayuran, buah-buahan, ikan dari kolam, atau telur dari ayam yang dikencar atau yang dikandangkan;
  4. Mempercantik lingkungan rumah: pekarangan tertata, tanaman tumbuh subur, halaman rumput hijau bersih dan udara semakin segar. Sadar tidak sadar, pekarangan yang ada di sekitar rumah kita menjadi lanskap yang produktif. Yang bisa menghasilkan, baik materiil (hasil daun, bunga, batang, buah, umbi, rimpang, telor, daging), maupun immateriil (udara bersih, lingkungan indah dan rasa bahagia).

Berkebun sendiri tidak selalu membutuhkan lahan yang luas, ada beberapa cara untuk berkebun bagi pemula. Bagaimanakah caranya?

1.Pilih tanaman yang disukai

Mulailah dengan menanam tanaman yang Anda sukai. Anda dapat menanam buah favorit, sayur yang disukai seluruh anggota keluarga, atau bunga yang harum. Anda juga bisa menanam tanaman yang berguna dalam hal masak memasak, misalnya cabai, bawang putih, tomat dan lain-lain. Bisa pula memulai dengan tanaman yang mudah ditanam dan dirawat seperti bayam dan kaktus. Setelah itu, siapkan bibit tanaman tersebut untuk ditanam di rumah. Bibit bisa didapatkan di penjual tanaman dan secara online.

Sumber: grosirbibittanaman.co.id       Sumber: benihpertiwi.co.id

2. Area dengan cahaya matahari yang cukup

Setelah memilih bibit, pilihlah lokasi yang tepat untuk menumbuhkan tanaman. Salah satu pertimbangan penting untuk menumbuhkan tanaman adalah cahaya matahari yang cukup. Pilihlah area yang memiliki cahaya matahari yang cukup. Sayuran rata-rata membutuhkan cahaya matahari sekitar enam jam per hari. Memanfaatkan atap rumah atau rooftop juga dapat dilakukan untuk berkebun sehingga mendapat cahaya matahari yang optimal. Selain itu, jendela atau di pagar dapat menjadi alternatif.

3. Persiapkan media tanam

Setelah bibit disiapkan, persiapkan pula media tanam untuk menumbuhkan tanaman tersebut. Media tanam atau media tumbuh yang paling umum adalah tanah. Sebagian tanaman juga bisa tumbuh di air atau dikenal dengan hidroponik. Gunakan tanah yang bernutrisi tinggi atau yang sudah digemburkan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

4. Instalasi vertikal

Pada area yang sempit atau tidak memiliki pekarangan, Anda dapat menggunakan instalasi vertikal untuk berkebun. Instalasi vertikal memungkinkan tanaman ditanam dari dari atas ke bawah. Selain itu, instalasi seperti ini dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan dinding di area rumah.

sumber: arsitag.com

5. Kompos

Tanaman membutuhkan media tanam yang bernutrisi tinggi.Oleh karena itu, tambahkan media tanam dengan kompos atau sekam. Kompos bisa dibeli atau dibuat sendiri dari sisa sampah organik dapur. Setelah menanam, rutinlah untuk merawat dan menyiram tanaman setiap hari. Saat tanaman sudah berbuah, jangan lupa untuk dipanen dan hasilnya siap dikonsumsi.

Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5005157/kementan-dorong-pemanfaatan-lahan-pekarangan-untuk-kebutuhan-pangan?_ga=2.145188540.920076541.1591517764-1557988405.1588144999.
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200504131813-284-499816/cara-sederhana-persiapan-berkebun-di-rumah-bagi-pemula.
http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2020/04/14/berkebun-di-pekarangan-selama-bekerja-dari-rumah/.
https://katadata.co.id/infografik/2020/05/07/krisis-pangan-akibat-covid-19

Profil penulis

Nama             : Dea Amelia Saputri
TTL                 : Pati,21 Januari 2001
Univ.               : IPB University
No. Hp            : 08978994673

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *