APA JADINYA PERTANIAN TANPA KITA?

Pertanian kini memberikan tanda-tanda semakin tua usianya, tidak terpedulikan, tidak terurus, tidak menarik, tidak menjamin masa depan dan tidak memberikan gambaran positif bagi generasi muda. Hal ini diperkuat dengan sensus pertanian tahun 2013 yang dilakukan BPS, yakni mayoritas petani di Indonesia berusia lebih dari 45 tahun, sedangkan petani muda atau berusia di bawah 35 tahun hanya 12%. Namun faktanya tanpa pertanian yang maju, ketahanan pangan tidak akan sukses, dan bangsa ini akan mengalami suatu masalah yang sangat serius yaitu kelaparan dan kemiskinan.

Pertanian pada dasarnya memiliki peranan penting sebagai penyedia pangan bagi manusia. Kebutuhan akan pangan yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk menjadikan pertanian sebagai fokus utama. Saat ini kondisi pertanian dapat dikatakan cukup memprihatinkan mengingat kurangnya rasa kepedulian dalam mengembangkan pertanian. Di Indonesia khususnya pertanian umumnya hanya dilakukan oleh kalangan orang tua sehingga pertanian sulit untuk dikembangkan. Maka dari itu diperlukan sebuah gerakan yang dapat merubah PARADIGMA bahwa pertanian merupakan sesuatu yang SEXY untuk kita kembangkan bersama.

IAAS (International Association of Students in Agricultural and Related Sciences) IAAS (International Association of Students in Agricultural and Related Sciences) merupakan Asosiasi Mahasiswa pertanian dan ilmu terkait terbesar di dunia. IAAS didirikan pada tahun 1957. Sejak 58 tahun terakhir ini, IAAS telah berkembang menjadi organisasi besar dengan 30 anggota negara dan lebih dari 10.000 anggota aktif. IAAS Indonesia didirikan, pada 29 desember 1992. Pada tahun 2015 ini, IAAS Indonesia beranggotakan lebih dari 800 anggota aktif yang tersebar menjadi 8 Lokal Komite di seluruh negeri, seperti IAAS LC UNPAD, IAAS LC UNLAM, IAAS LC IPB, IAAS LC UNS, IAAS LC UGM, IAAS LC UNDIP, IAAS LC UB, dan IAAS LC UNRAM.

Sebagai organisasi pemuda dalam pertanian, IAAS memiliki tujuan konkrit untuk berkontribusi dan mengajak generasi muda untuk lebih mencintai pertanian serta berperan aktif untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat pedesaan melalui sharing knowledge and experiences. Youthagricareture merupakan social project yang diinisiasi oleh IAAS Indonesia sebagai wujud kepedulian anak-anak muda dan ide yang solutif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan dalam hal Education, Environment and Agriculture, and Empowerment. Youthagricareture dengan moto Membangun Indonesia dari Desa mendorong pemuda untuk turut berkontribusi membangun Indonesia dan menjadikan pertanian menjadi lebih seksi serta atraktif untuk anak muda geluti.

Social project ini diinisiasi sebagai sebuah bentuk pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan di 8 daerah berbeda yaitu, Mataram, Malang, Yogyakarta, Semarang, Solo, Banjarbaru, Jatinangor, dan Bogor. Social project ini bermaksud untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat desa melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan sembari mengajak kamu generasi muda untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan pertanian di Indonesia. Kami pun terus berusaha dengan baik untuk terus mewujudkan keingan masyarakat desa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan kami cukup terkejut serta gembira sekali, ketika kami melihat semangat dari masyarakat untuk terus berkomitmen teguh dalam kemajuan desa yang mereka tempati untuk mewujudkan desa yang mandiri kedepannya.

Youthagricareture dalam program edukasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian IAAS dalam memperkenalkan pertanian dan lingkungan bagi generasi muda khususnya siswa-siswi sekolah dasar (SD). Melalui program ini, diharapkan anak-anak tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap pertanian dan lingkungan. Program ini dilaksanakan dalam bentuk Pendidikan Sekolah Alam dengan menerapkan metode Fun Learning yang dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan seperti : Eduagriranger di Desa Cikarawang Bogor, Agroschooling di Desa Jatinangor, Bimbingan Belajar Gemawang di Desa Gemawang Semarang, Taji Berpijar di Desa Taji Malang, Bengkaung Education Better di Desa Bengkaung Mataram, IAAS Study Farm di Desa Kulwaru Yogyarkata, Share tea (sharing and teaching) di Desa Kemuning Solo, dan Education of Farming di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dalam program lingkungan dan pertanian, Kami bertujuan untuk dapat mengembangkan potensi lokal yang dimiliki dan perlahan menjadikan desa mandiri di setiap daerahnya.

  • Cikarawang project, merupakan pengembangan desa di Cikarawang, Bogor, kami melakukan berbagai kegiatan dalam cikarawang project ini, seperti penyuluhan dan pelatihan kepada para petani terkait strategi yang baik dari hulu hingga hilir, memperbaiki kebun di setiap rumah warga dengan menggunakan konsep vertical garden, dan melakukan pengembangan potensi yang dimiliki desa cikarwang yaitu ubi, jambu kristal dan kacang-kacangan. Hal terpeting ialah potensi agrowisata yang dimilikinya dapat dijadikan keunggulan sebagai tempat wisata keluarga yang terintegrasi dalam pertanian.
  • Gingerangers, merupakan pengembangan desa gemawang semarang, Kegiatan yang dilakukan yakni pembuatan pupuk bokasi, pelatihan tentang Budidaya Tanaman Jahe dengan Media Polybag, dan membuat inovasi produk dari jahe yaitu coklat jahe yang sudah siap produksi dan memiliki nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan dari petani
  • Desa Kemuning Project, merupakan pengembangan desa kemuning solo, kami melakukan kegiatan-kegiatan seperti pemberdayaan masyarakat melalui program desa berilmu, mendirikan perpustakaan desa, dan mengembangkan potensi desa yang dimilki seperti jambu merah dalam program Red Guava Manufacture
  • Desa Taji Project, merupakan pengembangan desa di desa taji malang, kami melakukan kegiatan-kegiatan seperti perbaikan lingkungan dengan melakukan penghijaun, membuat bak sampah, dan mengembangkan potensi yang dimiliki desa taji seperti apel, wortel, dan ubi serta potensi lainnya. Rencana dalam Desa Taji Project ini, akan mengembangkan apel untuk dijadikan inovasi produk seperti selai apel yang akan siap produksi.
  • Village Empowering Project , merupakan pengembangan desa di desa Kulwaru Yogyakarta, kami melakukan kegiatan-kegiatan seperti edukasi berupa penanaman pekarangan dengan tanaman sayuran kepada ibu-ibu, pengembangan akuaponik pada kolam ikan, edukasi kepada anak-anak sekolah serta penanaman pohon.
  • Bengkaung Project, merupakan pengembangan desa yang kami lakukan di desa Bengkaung Mataram, kami melakukan kegiatan-kegiatan seperti, pengembangan potensi pariwisata di Desa Bengkaung, penyuluhan dan pelatihan kepada para petani, dan mengembangkan produk hasil pertanian di Desa Bengkaung Mataram.
  • Rural Farming Project di Komplek Al-Ikhwan, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. , pada program ini kami melakukan kegiatan-kegiatan seperti edukasi berupa penanaman dengan menggunakan sistem hydroponic, melakukan pengembangan masyarakat, dan memperbaiki perkarangan rumah masyarakat Komplek Al-Ikhwan, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
  • Genteng Bagja merupakan pengembangan desa yang akan kami lakukan di Dusun Pasir Kaliki, Desa Genteng, Sumedang. kami melakukan kegiatan-kegiatan seperti pengembangan masyarakat dan memaksimalkan pengembangan potensi yang dimiliki di Desa Genteng.

Berdasarkan hal tersebut kami mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi dengan berdonasi dalam kegiatan YOUTHAGRICARETURE IAAS INDONESIA melalui kitabisa.com/youthagricareture.

Mengapa kami melakukan penggalangan dana untuk Youthagricareture?

Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator kesejahteran petani. Nilai tukar petani di Indonesia pada bulan Maret 2016 mengalami penunrunan 0,89%. NTP mengalami penrunan diakibatkan indkes yang diterima petani khusunya pada kelompok padi turun. Jumlah petani miskin di Indonesia meningkat pada tahun 2015, selain itu peningkatan kemiskinan terlihat dari peningakatan kemiskinan pada daerah pedesaan sebesar 0,57 juta orang.

Pada tahun 2015, FAO (Food and Agriculture Organization) menyatakan bahwa 19,4 juta masyarakat Indonesia masih mengalami kelaparan. FAO juga menyatakan bahwa makan terbuang sebesar 1.3 milyar juta ton setiap tahunnya yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Indonesia memproduksi pangan sebsar 300kg per kapita per tahunnya, dengan esitimasi konsumsi makann sebesar 110kg per kapita per tahun serta limbah makan sebesar 315kg per kapita per tahun. Jumlah limbah makanan di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan produksi yang dihasilkan, ini terjadi karena adanya impor makanan yang dilakukan.

 

Kami sangat menyadari bahwa kepedulian dan bekerja dengan hati akan menciptakan berbagai jalan untuk satu niat. Kami meyakini bahwa, masih banyak teman-teman yang peduli terhadap kemajuan indonesia melalui potensi-potensi desa yang dimilikinya, Namun yang menjadi kendala saat ini ialah rendahnya minat pemuda untuk ikut berkontribusi dalam permasalahan ini. Melalui crowdfunding youthagricareture, IAAS Indonesia membuka lebar kesempatan bagi orang-orang yang peduli dan ingin turut memajukan bangsa melalui pemberdayaan masyarakat desa. Every little donation counts.

 

Terimakasih kepada rekan-rekan yang melakukan penggalangan dana untuk turut mensukseskan gerakan YOUTHAGRICARETURE IAAS Indonesia,

Salam Sahabat,

VD PROJECT SCIENCE AND TECHNOLOGY

 

 

Register
Skip to toolbar